Pernahkah kamu mengalami angin duduk? Angin duduk dapat dirasakan seperti nyeri pada dada, keringat dingin ataupun perut kembung. Lantas gimana cara mengatasinya? Untuk itu, kali ini kita akan membahas segala macam tentang angin duduk seperti gejala, penyebab serta solusinya. Yuk baca pembahasannya di bawah ini!!!

Penjelasan

Angin duduk merupakan sebuah kondisi yang ditandai dengan nyeri pada dada, ini karena otot-otot jantung kurang mendapat pasokan darah. Ini terjadi karena adanya penyempitan atau pengerasan pada pembuluh darah. Serangan angin duduk bisa terjadi secara tiba-tiba.

Nyeri dada yang dialami oleh penderita angin duduk kemungkinan bisa menjalar sampai ke lengan kiri, leher, rahang, dan punggung. Selain gejala tersebut, gejala angin duduk biasanya seperti:

  • Sesak napas
  • Tubuh terasa lelah
  • Mual
  • Pusing
  • Gelisah
  • Mengeluarkan keringat berlebihan

Meskipun tidak semua nyeri dada berhubungan dengan penyakit jantung, ada kalanya kita tetap waspada. Temui dokter jika tiba-tiba merasakan nyeri pada dada, walau belum pernah terdiagnosis menderita masalah apa pun pada jantung. Memang tidak semua nyeri dada disebabkan oleh gangguan pada jantung, namun memeriksakan diri ke dokter adalah langkah yang paling aman.

Penyebab

Supaya bisa bekerja dengan baik, jantung membutuhkan asupan darah yang kaya oksigen secara cukup. Darah untuk organ ini akan dialirkan melalui dua pembuluh besar yang disebut sebagai pembuluh koroner. Angin duduk terjadi ketika pembuluh koroner tersebut mengalami penyempitan. Begitulah kira-kira.

Berdasarkan hal-hal yang dapat memicu penyempitan pembuluh koroner, angin duduk dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Angin duduk stabil
  • Angin duduk tidak stabil
  • Angin duduk varian (angin duduk Prinzmetal)

Ada juga faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena angin duduk. Beberapa faktor tersebut seperti:

  • Kolesterol tinggi
  • Memiliki penyakit diabetes
  • Hipertensi
  • Stres
  • Obesitas
  • Merokok
  • Riwayat
  • Kurang berolahraga
  • Umur

Diagnosa

Dalam mendiagnosis angin duduk, dokter biasanya akan menanyakan seputar gejala yang dialami pasien. Selain itu, dokter juga akan menanyakan apakah pasien memiliki keluarga berpenyakit jantung atau suka melakukan kebiasaan-kebiasaan yang dapat memicu kondisi tersebut, misalnya suka mengonsumsi makan berlemak, merokok atau mengonsumsi minuman keras.

Untuk makin menguatkan diagnosis, biasanya beberapa pemeriksaan sederhana juga dapat dilakukan oleh dokter, di antaranya pengukuran berat badan, pengukuran tekanan darah, dan pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar gula, kolesterol, serta fungsi ginjal. Selain melalui pemeriksaan darah, fungsi ginjal juga dapat diketahui melalui tes urin. Kondisi yang berkaitan dengan ginjal sangat penting untuk dideteksi karena ada beberapa obat angin duduk yang tidak boleh digunakan oleh penderita penyakit ginjal.

Selain itu, ada juga jenis pemeriksaan yang lebih lanjut untuk memastikan diagnosis angin duduk:

  • Elektrokardiogram (EKG)
  • Ekokardiogram
  • Tes ketahanan jantung (Exercise Tolerance Test)
  • Skintigrafi jantung
  • Angiografi pembuluh darah koroner
  • Tes darah
  • X-ray dada (rontgen)
  • CT scan jantung

Pengobatan

Pengobatan angin duduk bertujuan mengurangi tingkat keparahan gejalanya dan menurunkan risiko penderita terkena serangan jantung atau mengalami kematian.

Angin duduk dengan gejala ringan atau menengah sebenarnya masih bisa ditangani tanpa obat-obatan, yaitu dengan menjalani pola hidup sehat dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat memicu munculnya angin duduk. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

  • Mengonsumsi makanan bergizi yang seimbang atau mengandung banyak serat, seperti buah-buahan, sayur-sayuran dan biji-bijian.
  • Batasi konsumsi makanan-makanan yang mengandung lemak jenuh.
  • Jangan makan melebihi porsi atau kalori yang dibutuhkan oleh tubuh.
  • Seimbangkan antara aktivitas fisik yang dilakukan dengan istirahat. Ada baiknya minta nasihat dokter terlebih dahulu mengenai olahraga yang aman untuk kondisi tubuh.
  • Lakukanlah program penurunan berat badan jika mengalami obesitas.
  • Hindari asap rokok.
  • Batasi konsumsi minuman beralkohol.
  • Sering mengontrol kadar gula darah jika menderita diabetes.

Jika angin duduk tidak cukup diatasi dengan penerapan gaya hidup sehat, maka dokter dapat meresepkan beberapa obat berikut ini untuk mengatasi sekaligus mencegah terjadinya angin duduk di kemudian hari, contohnya seperti berikut:

  • Obat-obatan nitrat
  • Obat-obatan pencegah pembekuan darah
  • Obat penghambat saluran kalsium
  • Nicorandil
  • Obat penghambat beta
  • Ivabradine
  • Ranolazine
  • Statin
  • Aspirin
  • Obat penghambat enzim pengubah angiotensin

Jika gejala angin duduk sudah parah atau tidak dapat lagi diatasi dengan obat-obatan, tindakan operasi akan dipertimbangkan oleh dokter demi mencegah terjadinya serangan jantung. Beberapa jenis operasi tersebut di antaranya:

Operasi bypass. Operasi ini bertujuan untuk mengalihkan rute aliran darah agar tidak melewati pembuluh darah yang terhalang atau sudah rusak dengan menggunakan pembuluh darah dari bagian tubuh lainnya.
Operasi angioplasti. Prosedur yang bertujuan memperlancar aliran darah ini dilakukan dengan cara memasukkan sebuah balon kecil ke dalam pembuluh darah yang mengalami penyempitan, sehingga ketika balon tersebut ditiup, pembuluh darah akan melebar. Setelah itu, sebuah kawat khusus akan digunakan. Fungsi kawat ini untuk mengganjal pembuluh darah agar tetap terbuka.

Pencegahan

Pencegahan angin duduk bermacam-macam, seperti:

  • Berolahraga
  • Mengonsumsi makanan yang sehat untuk jantung
  • Hindari makanan yang berbahaya bagi jantung
  • Menjaga berat badan
  • Membatasi konsumsi minuman keras
  • Berhenti merokok

Nah itu tadi penjelasan tentang angin duduk beserta solusi, penyebab dan lainnya. Semoga bermanfaat!!!