Stephen Khoo Hawking adalah seorang ahli fisika lahir di Oxford, Britania Raya, 8 Januari 1942. Hawking dikenal akan sumbangannya di bidang kuantum fisika, terutama karena teori-teorinya mengenai teori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam dan radiasi Hawking. Ingin tau fakta-fakta menarik tentang orang ini? Yuk simak dibawah ini!!

Nilai Sekolah Yang Biasa

michael-church-NO-REUSE-768x576

Banyak yang tahu bahwa Hawking adalah ilmuwan brilian yang teori-teorinya sulit dipahami oleh orang-orang non-sains. Nah kamu tahu gak kalau Hawking adalah orang yang malas ketika masih duduk di bangku sekolah? Kenyataannya benar, ketika berusia 9 tahun, nilai-nilainya tergolong paling buruk di kelasnya. Dengan sedikit usaha, ia mengangkat nilai-nilainya sampai sekitar rata-rata, tapi tidak jauh lebih baik.

Meski begitu, sejak usia dini Hawking tertarik dengan cara kerja berbagai benda. Ia pernah berbicara tentang bagaimana ia membongkar jam dan radio. Namun, Hawking mengakui ia tidak pandai memasangnya kembali sehingga benda-benda itu tidak bisa bekerja lagi. Meskipun nilainya buruk, baik guru dan rekan-rekannya tampaknya memahami bahwa mereka memiliki calon orang jenius di antara mereka, dibuktikan dengan fakta bahwa julukannya adalah “Einstein”.

Tidak Suka Dengan Biologi

Sejak usia dini, Stephen Hawking menyukai matematika dan ia ingin mengambil jurusan itu. Berbeda dengan ayahnya, Frank. Ayahnya berharap Hawking belajar kedokteran. walau minatnya pada sains besar, Hawking tidak menyukai biologi. Ia lebih suka mengabdikan pikirannya pada konsep yang lebih jelas, lebih tepat.

Masalahnya, Oxford tidak memiliki jurusan matematika. Sebagai solusinya, Hawking kuliah di Oxford dan mengambil jurusan fisika. Ketika dihadapkan pada dua jalur, yaitu fisika partikel yang mempelajari perilaku partikel subatomik atau kosmologi, yang mempelajari alam semesta secara keseluruhan. Hawking memilih kosmologi meskipun pada saat itu ia mengatakan bidang ini “susah untuk diakui sebagai bidang yang sah”.

Memiliki Harapan Hidup Beberapa Tahun Saat Berusia 21 Tahun

K2Fpa

Sebagai mahasiswa pascasarjana, Hawking secara bertahap mulai menunjukkan gejala kejanggalan fisik. Keluarganya khawatir saat ia berada di rumah selama liburan Natal dan mereka bersikeras agar ia mengunjungi dokter. Namun, sebelum menemui spesialis, Hawking menghadiri pesta tahun baru di mana ia bertemu dengan calon istrinya, Jane Wilde. Jane ingat bagaimana ia tertarik dengan selera humor dan kepribadian mandiri Hawking.

Seminggu kemudian, Hawking masuk usia 21 tahun dan tak lama setelahnya ia masuk rumah sakit untuk menjalani tes selama dua minggu dengan tujuan mencari tahu apa yang salah dengannya. Ia kemudian didiagnosis menderita amyotrophic lateral sclerosis (ALS), juga dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig, penyakit neurologis yang menyebabkan pasien kehilangan kontrol voluntary muscle (otot yang geraknya dapat dikontrol). Hawking diberitahu bahwa ia mungkin hanya memiliki beberapa tahun untuk hidup.

Hawking sangat shock dan bertanya-tanya mengapa hal ini terjadi padanya. Namun, saat melihat seorang anak penderita leukemia yang sekarat di rumah sakit membuatnya sadar bahwa ada orang lain yang lebih parah darinya. Hawking menjadi lebih optimis dan mulai memacari Jane. Mereka segera bertunangan, dan Hawking menyebut pertunangan mereka sebagai hal yang memberinya “sesuatu untuk hidup.” So sweeet!!!

Menciptakan Teori Alam Semesta Yang Tak Terbatas

Salah satu prestasi besar Hawking adalah teori bahwa alam semesta tidak memiliki batas. Pada tahun 1983, dalam upaya untuk memahami sifat dan bentuk alam semesta, Hawking menggabungkan konsep mekanika kuantum dengan relativitas umum bersama Jim Hartle untuk menunjukkan bahwa alam semesta adalah entitas yang terkandung dan tidak memiliki batas.

Untuk merealisasikannya, Hawking meminta orang untuk membayangkan alam semesta seperti permukaan bumi. Sebagai sebuah bola, kita dapat pergi ke segala arah di permukaan bumi tanpa pernah mencapai sudut, tepi atau batas di mana bumi dapat dikatakan “berakhir.” Namun, salah satu perbedaan utamanya adalah bahwa permukaan bumi dua dimensi (meskipun bumi itu sendiri adalah tiga dimensi, permukaannya dua dimensi), sementara alam semesta adalah empat dimensi.

Hawking menjelaskan bahwa ruang-waktu seperti garis lintang di dunia. Dimulai dari Kutub Utara hingga ke selatan, lingkaran di khatulistiwa semakin besar, dan sampai di luar khatulistiwa ia semakin kecil. Ini berarti bahwa alam semesta terbatas dalam ruang-waktu dan akan kembali runtuh akhirnya, namun, setidaknya dalam waktu 20 miliar tahun. Apakah ini berarti waktu itu sendiri akan berjalan mundur? Hawking bergulat dengan pertanyaan ini, tetapi ia memutuskan tidak ada, karena tidak ada alasan untuk percaya bahwa tren alam semesta dari energi tertata ke energi tidak tertata akan membalik.

Percaya Dengan Keberadaan Alien

Mempelajari semua karya Hawking dalam kosmologi, orang semakin tertarik dengan pendapatnya tentang kemungkinan adanya kehidupan asing. Dalam perayaan ulang tahun NASA ke-50 pada tahun 2008, Hawking diundang untuk berbicara. Ia menyatakan bahwa mengingat luasnya alam semesta, kehidupan asing primitif dan/atau kehidupan cerdas lainnya kemungkinan ada di luar sana.

“Kehidupan primitif sangat umum,” kata Hawking, “dan kehidupan cerdas sangat jarang.” Tentu saja, ia juga melemparkan humor khas yang tajam, “Beberapa orang akan mengatakan itu belum terjadi di bumi.”. Ia melanjutkan bahwa manusia harus mewaspadai paparan terhadap alien karena kehidupan alien mungkin tidak berbasis DNA dan kita tidak akan memiliki ketahanan terhadap penyakit yang ditimbulkannya.

Hawking pernah membuat tayangan tentang kemungkinan adanya alien berjudul Into the Universe with Stephen Hawking di Discovery Channel. Dalam tayangan itu, ia menjelaskan bahwa alien mungkin menggunakan sumber daya planet mereka sendiri dan “menjadi pengembara yang ingin menaklukkan planet apapun yang bisa mereka capai.” Atau, mereka bisa membuat sebuah sistem cermin untuk memfokuskan semua energi matahari di satu daerah, menciptakan lubang cacing untuk melakukan perjalanan melalui ruang-waktu.

Nah itu dia sedikit tentang fakta Stephen Hawking. Semoga Bermanfaat yah!!