Bagi orang-orang Indonesia, kata “Aalborg” pasti terdengar sangat asing. Ya memang. Itu karena Aalborg tidak terkenal seperti ParisLondon, atau kota-kota terkenal lainnya yang ada di Eropa. Walau tak begitu terkenal, Aalborg menyimpan budaya yang begitu unik. Nah, apa coba keunikan yang dimiliki kota ini? Yuk simak ulasannya dibawah ini!!

PERKENALAN

perke

Aalborg merupakan kota kuno dari Denmark yang selama berabad-abad telah menjadi pusat industri dan budaya. Kota ini terkenal dengan teater, simfoni dan opera, serta Karnaval Aalborg yang menjadi festival terbesar di Skandinavia. Pada 1 januari 2016, kota ini memiliki populasi dengan angka 210.316 penduduk. Hal ini menjadikannya sebagai kota terbesar keempat di Denmark dan kota terpadat ketiga di negara tersebut, setelah Kopenhagen dan Aarhus.

Awal pemukiman dimulai sekitar tahun 700 M. Posisi Aalborg berada di titik tersempit pada Limfjord,yang menjadikannya sebagai pelabuhan penting selama abad pertengahan dan kemudian menjadi pusat industri besar. Secara arsitektural, kota ini dikenal dengan rumah-rumah yang memiliki tampilan unik, yang dibangun oleh para saudagar kaya. Gereja Budolfi, yang sekarang menjadi katedral, berasal dari abad ke-14 dan Kastil Aalborghus, sebuah kediaman kerajaan, dibangun pada tahun 1550.

Teater, orkestra simfoni, perusahaan opera, tempat pertunjukan dan museum seperti Aalborg Historical Museum dan Aalborg Museum of Modern Art, menjadikan Aalborg sebagai pusat kebudayaan yang penting.

SEJARAH

Setiap kota pasti memiliki sejarahnya masing-masing, begitu juga dengan Aalborg. Dulunya, penyebutan pertama Aalborg yaitu Alabu atau Alabur yang ditemukan pada koin dari c. 1040, periode ketika Raja Harthacnut (Hardeknud) menetap di daerah tersebut. Di c. 1075, Adam dari Bremen melaporkan bahwa Alaburg, seperti yang dia sebut dalam bahasa Jerman, merupakan pelabuhan penting bagi kapal-kapal yang berlayar ke Norwegia. Dalam buku Denmark Valdemar dari tahun 1231 disebut Aleburgh, yang berarti “benteng di tepi sungai” seperti di Old Norse, semua berarti sungai atau arus.

  • Abad Pertengahan

Hak istimewa perdagangan, pelabuhan alami dan industri perikanan telah berkontribusi untuk pertumbuhan kota selama abad pertengahan. Hak istimewa perdagangan awalnya berasal dari tahun 1342, ketika Raja Valdemar IV menerima kota tersebut sebagai bagian dari mas kawinnya yang besar saat menikahi Helvig dari Schleswig. Hak istimewa diperluas oleh Eric Pomerania pada 1430 dan oleh Christopher of Bavaria pada 1441. Kota ini makmur, menjadi salah satu komunitas terbesar di Denmark. Kemakmurannya meningkat ketika asosiasi pedagang dan perdagangan Guds Legems Laug didirikan pada 1481, memfasilitasi perdagangan dengan Liga Hanseatic.

Raja sering mengunjungi kota, dimana dia berada di pengadilan dan tinggal di Aalborghus tua. Industri perikanan herring menghubungkan Aalborg ke pantai Timur Inggris, melintasi Laut Utara, keduanya dalam persaingan komersial dan pertukaran budaya.

Selama abad pertengahan, sejumlah lembaga penting didirikan di Aalborg, termasuk Katedral Budolfi pada akhir abad ke-14 dan Rumah Sakit Roh Kudus, sebuah biara yang didirikan pada tahun 1451 untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Namun kini menjadi rumah sakit selama Reformasi dan masih digunakan sampai sekarang sebagai panti jompo untuk orang tua.

  • Abad-20

Sekitar awal abad ke-20, akibat keputusan yang diambil oleh pemerintah kota, banyak rumah “unik” dikota yang telah dirobohkan. Mereka digantikan oleh ratusan bangunan modern, benar-benar mengubah tampilan kota. Pabrik dengan cerobong yang mirip rokok menjadi semakin lazim di pinggiran kota.

De Danske Spritfabrikker (alkohol dan minuman keras), De Forenede Textilfabrikker (tekstil), East Asiatic Company (perdagangan), Dansk Eternit (bahan bangunan) dan pabrik tembakau C.W. Obel (didirikan pada tahun 1787) merupakan pabrik yang menjadi industri penting di kota tersebut. Pada tahun 1930an, Aalborg dipromosikan sebagai “pusat baru bagi industri dan pekerja di Denmark”.

Pembangunan dilanjutkan dengan jalan tambahan yang melintasi kota. Fasilitas pelabuhan juga diperbaiki dengan bantuan kapal keruk dan pembukaan dermaga baru. Pada tahun 1933, Christian X meresmikan sebuah jembatan baru di atas Limfjord. Bandara Aalborg, dibuka secara resmi pada tahun 1938 berkat keberhasilan industri semen, namun sebenarnya telah melakukan penerbangan ke Kopenhagen sejak tahun 1936.

Selama invasi Jerman ke Denmark pada tahun 1940, bandara tersebut digunakan oleh pasukan terjun payung Jerman pada malam tanggal 21 April sebagai basis untuk pesawat Jerman yang terbang ke Norwegia.

Pada tahun 1960, Aalborg dikenal sebagai “cerobong asap kota” dengan setengah penduduk yang bekerja di industri atau manufaktur. Sepuluh tahun kemudian, populasi Aalborg telah berkembang menjadi sekitar 97.000 jiwa.

Pabrik

  • Sejarah Terkini

Pentingnya bagian industri di Aalborg mulai menurun di tahun 1970an, yang menyebabkan jatuhnya populasi kota. Pada tahun 2000, sektor layanan dan pendidikan menyumbang sekitar 60 persen angkatan kerja, sebagian sebagai hasil pendirian Universitas Aalborg pada tahun 1974. Sejak tahun 1970, Aalborg dan Nørresundby telah menjadi pusat administrasi utama, sebagian karena kantor Nordjylland yang didirikan di sebelah timur kota.

Meskipun mengalami kesulitan selama berabad-abad, kota ini kembali makmur menjelang akhir abad ke-19 ketika sebuah stasiun kereta api dan jembatan dibangun di atas Limfjord. Pertumbuhan awal Aalborg bergantung pada industri berat namun perkembangannya saat ini berfokus pada budaya dan pendidikan.

GEOGRAFI

Dari sisi geografis, Aalborg berada di North Jutland (barat laut Denmark), di titik tersempit Limfjord, memisahkan Pulau Jutlandik Utara (Vendsyssel-Thy) dari sisa Semenanjung Jutlandia dan menghubungkan Aalborg ke Kattegat sekitar 35 kilometer ke timur. Aalborg berjarak 118 km utara dari Aarhus, 82 km dari Randers dan 64 km dari Frederikshavn. Berjarak 414 km dari Great Belt yang menghubungkan ke Kopenhagen.

Ada banyak bukit di dalam dan sekitar kota, beberapa di antaranya mencapai lebih dari 60 m. Nørresundby yang berada di sisi utara juga merupakan daerah perbukitan. Desa-desa di selatan Aalborg dari barat ke timur mencakup FrejlevSvenstrup, dan Gistrup (yang berisi hutan yang luas di selatan).

Nibe Broads (Nibe Bredning) di Limfjord tidak hanya memiliki daerah eelgrass terbesar di perairan Denmark, namun merupakan tempat perlindungan penting bagi ribuan burung yang bermigrasi. Di sebelah utara kota, ada banyak desa termasuk VadumAabybroVestbjergSulstedTylstrupVodskov, dan Hjallerup. Ada perkebunan yang luas, Branths Plantage – Møgelbjerg, tepat di sebelah utara Vodskov.

daerah-perbukitan

Wilayah Himmerland di selatan masih memiliki sejumlah orang Moor yang pernah membentuk daerah seluas perairan dengan 230 km ke Hutan Rold dekat Arden. Rebild Hills di Hutan Rold membentang seluas 425 hektar dari tanah gambut yang bergulir sekitar 30 kilometer dari selatan Aalborg. Lille Vildmose, di sebelah tenggara, dilaporkan menjadi lembah terbesar di barat laut Eropa.

IKLIM

Aalborg bisa dibilang kota yang sejuk sepanjang tahun, dengan suhu rata-rata di daerah dataran tinggi sekitar 20°C dan dataran rendah 11°C selama musim panas. Suhu rata-rata -3 sampai 2°C s selama bulan Januari dan Februari. Suhu terpanas pada saat bulan Juli dan Agustus dengan rata-rata 16°C. Pada bulan Oktober suhu rata-rata mencapai 9°C.

Curah hujan agak merata sepanjang tahun, dengan rata-rata 76 mm selama bulan Oktober, biasanya bulan terbasah dengan rata-rata 14 hari dengan curah hujan, dan rata-rata 35 mm (1 in) selama bulan Februari.

BUDAYA

Yang menjadi pusat perhatian dari bagian budaya Aalborg adalah karnavalnya. Hal ini lah yang menjadi keunikan dari kota ini. Aalborg memiliki karnaval terbesar di Skandinavia dan salah satu yang terbesar di Eropa utara. Karnaval tahunan di kota ini biasanya berlangsung pada pekan akhir bulan Mei. Menyajikan tiga event, yaitu Grand ParadeBattle of Carnival Bands dan Children’s Carnival yang menarik sekitar 100.000 pengunjung.

  • Grand Parade

Grand-parade

Grand Parade adalah acara karnaval yang menarik sekitar 100.000 orang ke jalan-jalan di Aalborg setiap tahunnya. Sekitar 15 kelompok karnaval profesional dari seluruh dunia membuka parade tersebut dan ribuan orang mengikuti mereka dengan cara berpakaian, menari dan bersenang-senang merayakannya.

Parade tersebut dimulai di 4 tempat berbeda di Aalborg. Bagian yang berbeda bertemu di pusat kota Aalborg dan membentuk satu parade dilanjutkan ke taman kota Kildeparken. Di sini pesta karnaval berlanjut sepanjang hari dan orang-orang dapat mendengarkan musik, menari, melihat pertunjukan karnaval dan banyak lagi.

  • Battle of Carnival Bands

Battle-of-Carnival-Bands

Satu hari sebelum Grand Parade, ada sebuah perayaan karnaval internasional yang disebut Battle of Carnival Bands. Setiap tahun banyak kelompok karnaval yang datang dari seluruh dunia melakukan perjalanan ke Aalborg untuk berpartisipasi dalam acara ini untuk memperebutkan gelar Best Carnival Group.

  • Children’s Carnival

asdasd

Anak-anak juga memiliki karnaval sendiri, karena beberapa ribu anak-anak dari segala usia berdandan dan berbaris melalui jalan-jalan di Aalborg bersama orang tua mereka. Pada hari istimewa ini dan tepat di taman kota, Kildeparken berubah menjadi dunia sihir yang penuh dengan pengalaman dan sensasi bagi anak-anak.

Setiap kota, memiliki ciri khas masing-masing, memiliki keunikan dan fakta tersendiri, begitu juga dengan kota Aalborg! Sekian ulasannya, semoga bermanfaat!!