Pernah dengar tentang suku Eskimo? Suku Eskimo yaitu suku yang orangnya sering disebut-sebut sebagai manusia salju karena orang-orangnya terkenal kuat mampu bertahan hidup di tengah salju dengan suhu dingin mencapai minus 45 derajat celcius. Tentu muncul banyak pertanyaan, bagaimana caranya mereka bisa bertahan seperti itu? Lalu bagaimana dengan kehidupan sehari-hari mereka? Daripada penasaran, mari kita bahas mengenai kehidupan mereka di bawah ini!!!

Kehidupan

Berbicara mengenai kehidupan, orang Eskimo hidup secara berkelompok. Dalam satu kelompok, jumlah mereka bisa lebih dari 100 orang. Orang Eskimo juga sangat menyayangi anak-anak mereka. Bagi mereka, anak adalah “harta” yang tak akan terganti dengan apa pun. Ini terbukti karena mereka jarang sekali menghukum anak-anak mereka.

Orang Eskimo juga lebih senang hidup berpindah-pindah (nomaden), walaupun masih ada yang tinggal menetap. Ada yang unik lho dari suku Eskimo ini, tau gak? Ternyata orang-orang Eskimo ini jarang mandi. Mungkin yang jadi penyebabnya karena cuaca disana begitu dingin. Selain karena dingin, mereka jarang mandi karena di sana kuman dan bakteri sulit berkembang biak. Dan ada lagi, cara mandi mereka pun berbeda dengan kita, mereka mandi hanya dengan mengusapkan kain ke seluruh tubuh. Unik juga sih, tapi jangan ditiru ya!

Pemakaman Dan Kepercayaan

Orang Eskimo percaya jika seseorang atau pun hewan yang meninggal, memiliki jiwa yang tetap hidup di dunia lain. Karena itu, jenazah yang dimakamkan akan dibungkus dengan kulit hewan dan diletakkan di tundra. Kemudian tempat tundra tadi diberi batu yang diletakkan secara berkeliling. Jika saat ini kita pergi ke sana, mungkin jasad-jasad itu masih utuh, itu karena tidak ada bakteri pengurai yang bisa hidup di suhu minus seperti itu.

q

Seperti halnya suku yang lain di bumi, setiap suku memiliki tradisi dan kepercayaan, begitu juga di kalangan masyarakat Eskimo. Mereka percaya jika di tiap kelompok pasti ada laki-laki yang bisa berkomunikasi dengan roh. Orang tersebut disebut “angatkuq” atau oleh orang kulit putih disebut “shaman”. Mereka mencoba membawa cuaca yang baik, menyembuhkan orang sakit, meningkatkan pasokan permainan, dan umumnya memperbaiki kondisi masyarakat.

Bertahan Hidup

Mereka hidup atau mendapatkan makanan dengan cara berburu binatang, seperti beruang dan serigala. Selain itu, mereka juga mendapatkan sumber makanan dengan cara memancing ikan. Pada umumnya makanan tersebut dikonsumsi dalam keadaan mentah. Ini dikarenakan kondisi mereka yang tinggal di daerah kutub yang senantiasa beku sehingga sangat sulit untuk mengolah makanan. Makanan mentah memang tidak enak untuk dimakan. Ini dikarenakan kondisi mereka yang jauh dari peradaban dan teknologi canggih, makanya mereka memakan yang mentah-mentah.

Suku eskimo juga bercocok tanam tapi bukan di es melainkan di tanah. Pada dasarnya, diketahui bahwa kutub utara daratannya berupa tanah yang diselimuti es biasanya akan mencair dimusim panas. Selain bercocok tanam, suku Eskimo kebanyakan beternak domba dan memancing ikan.

as

Suku Eskimo yang mendiami kutub utara memiliki teknik yang unik untuk memburu serigala sebagai santapan hariannya. Mereka menggunakan pisau yang sangat tajam, lalu mereka merendamnya didalam darah hewan. Darah yang menyelimuti pisau itu akan dibiarkan membeku. Selanjutnya pisau yang sudah dilumuri darah beku, akan ditanam didataran tinggi tempat serigala sering bermain. Pisau itu sendiri ditanam dengan posisi bagian ujung mata pisau mencuat keatas. Trik seperti ini seringkali digunakan karena serigala datang dan mengendus-endus bau darah yang menyelimuti pisau tersebut. Tentu saja, mata pisau yang tajam dengan sendirinya akan melukai lidah si serigala. Walaupun begitu, udara yang dingin membuat sang serigala tidak merasa sakit meski ia menjilati pisau yang tajam dan darahnya sendiri. Lama kelamaan serigala itu akan mati lemas karena kehabisan darah, begitulah kira-kira.

Jenis Pakaian

Jika kita yang tinggal di khatulistiwa, tentu kita akan memilih pakaian yang tipis, lain cerita dengan suku Eskimo, dimana mereka akan membuat pakaian berlapis untuk bertahan di cuaca yang super-super dingin. Pakaian suku Eskimo biasanya terbuat dari kulit binatang dengan gaya yang berbeda-beda di tiap daerah.

eskimo-clothing-193x300

Meski berbeda, pembuatan baju berlapis ini hampir sama di tiap daerah. Yaitu terdiri dari dua lapisan di mana lapisan pertama yang ada bulunya diletakkan di bagian dalam dan lapisan kedua pada bagian bulunya diletakkan di bagian luar. Udara di antara dua lapisan inilah yang mampu memberikan kengatan pada tubuh pemakainya.

Tempat Tinggal

Saat musim dingin di kutub, sejauh apapun mata memandang pasti yang terlihat hanya ada salju putihyang berarti hampir tak ditemukan tanah di sana, maka rumah-rumah orang Eskimo juga terbuat dari es. Rumah es dengan atap berbentuk kubah ini bernama Igloo.

sd

Igloo berbentuk setengah lingkaran, dan pintunya berbentuk silinder. Meski terbuat dari es, Igloo adalah rumah yang kokoh karena dibangun dengan konstruksi yang kuat dengan es yang tak mudah meleleh. Meski terbuat dari es yang dingin, saat berada di Igloo, mereka tidak merasa dingin, melainkan merasa hangat karena rumah ini tak terpengaruh dengan udara dingin yang ada di luar. Namun Igloo hanya dibangun saat musim dingin.

Jika dipikirkan, bertahan hidup di daerah dengan suhu minus 45 derajat celcius memang bukanlah hal yang mudah. Namun nyatanya, orang-orang Eskimo memiliki cara mereka sendiri untuk menghadapi keadaan ekstrem yang seperti itu. Luar biasa kan??